Data Katalog
Jumlah Pengunjung:133
Jenis Bahan Pustaka:Monograf
Nomor Panggil:959.8992246 PER k
Pengarang:Perret, Daniel
Pengarang Tambahan: Saraswati Wardhany (Penterjemah)
Judul:Kolonialisme dan Etnisitas
Penerbitan:Kepustakaan Populer Gramedia
Deskripsi Fisik:448 hal.; 24cm.
Subjek: Sejarah Batak Melayu
Catatan:Sumatra Timur Laut merupakan kawasan yang sangat menarik untuk meninjau sejarah etnisitas di Nusantara. Dari dulu para pengembara, kemudian para ilmuwan, beranggapan bahwa Sumatra Timur Laut didiami dua masyarakat utama yang dikatakan terpisah; masyarakat Melayu yang hidup di tepi laut, beragama Islam, beradab, dan terbuka pada dunia luar; dan masyarakat Batak di pedalaman yang hidup secara tertutup dengan kepercayaan sendiri sebelum memeluk agama Kristen. Sepertinya yang menentukan kehidupan sosial sejak ratusan tahun lalu adalah etnisitas. Buku ini menyajikan tafsiran yang lain tentang sejarah Sumatra Timur Laut sampai Perang Dunia II. Walaupun sumber-sumber sejarah prakolonial mengenai kawasan itu tidak banyak, telah ditunjukkan bahwa sebenarnya masyarakat di pedalaman dan masyarakat di tepi laut bukan dua satuan etnis yang bergantung satu sama lain, sejak setidaknya akhir milenium pertama Masehi hingga akhir abad ke-19. Pemisahan antara masyarakat pantai dan pedalaman baru timbul setelah kedatangan penjajah bersama suatu gelombang migrasi yang luar biasa besar mulai akhir abad ke-19 secara bertahap, yang menyebabkan kesenjangan sosial dan ekonomi. Sesudah tiga dekade yang diwarnai aksi sejumlah gerakan berdasarkan natiivsme dan mesianisme, maka baru pada akhir 1910-an etnisitas mekar dengan nyata.
ISBN / ISNM / ISSN: 978-979-91-0238-6
DDC:959.8992246
JUMLAH EKSEMPLAR:1
Cover:

TAGIND 1IND 2VALUE
245##$a Kolonialisme dan Etnisitas $b Batak dan melayu di Sumatra Timur Laut
100##$a Perret, Daniel
260##$a Jakarta $b Kepustakaan Populer Gramedia $c 2010
300##$a 448 hal.; 24cm.
500##$a Sumatra Timur Laut merupakan kawasan yang sangat menarik untuk meninjau sejarah etnisitas di Nusantara. Dari dulu para pengembara, kemudian para ilmuwan, beranggapan bahwa Sumatra Timur Laut didiami dua masyarakat utama yang dikatakan terpisah; masyarakat Melayu yang hidup di tepi laut, beragama Islam, beradab, dan terbuka pada dunia luar; dan masyarakat Batak di pedalaman yang hidup secara tertutup dengan kepercayaan sendiri sebelum memeluk agama Kristen. Sepertinya yang menentukan kehidupan sosial sejak ratusan tahun lalu adalah etnisitas. Buku ini menyajikan tafsiran yang lain tentang sejarah Sumatra Timur Laut sampai Perang Dunia II. Walaupun sumber-sumber sejarah prakolonial mengenai kawasan itu tidak banyak, telah ditunjukkan bahwa sebenarnya masyarakat di pedalaman dan masyarakat di tepi laut bukan dua satuan etnis yang bergantung satu sama lain, sejak setidaknya akhir milenium pertama Masehi hingga akhir abad ke-19. Pemisahan antara masyarakat pantai dan pedalaman baru timbul setelah kedatangan penjajah bersama suatu gelombang migrasi yang luar biasa besar mulai akhir abad ke-19 secara bertahap, yang menyebabkan kesenjangan sosial dan ekonomi. Sesudah tiga dekade yang diwarnai aksi sejumlah gerakan berdasarkan natiivsme dan mesianisme, maka baru pada akhir 1910-an etnisitas mekar dengan nyata.
020##$a 978-979-91-0238-6
700##$a Saraswati Wardhany (Penterjemah)
084##$a 959.8992246
650##$a Sejarah Batak Melayu
090##$a 959.8992246 PER k

Data Koleksi
Menampilkan 1-1 dari 1 hasil
No. IndukAksesKetersediaanLokasiNomor Barcode
1661/LHN/2016Dapat dipinjamTersediaRuang Baca Umum00000007743