Data Katalog
Jumlah Pengunjung:101
Jenis Bahan Pustaka:Monograf
Nomor Panggil:933 TRI j
Pengarang:Trias Kuncahyono
Judul:Jerusalem 33
Penerbitan:Kompas
Deskripsi Fisik:xxxviii + 330 hal.; 21 cm.
Subjek: Sejarah Palestina
Catatan:Imperium Romanum atau Kekaisaran Romawi mencapai zaman keemasan pada masa pemerintahan Kaisar Augustus (21 SM-14 M). Itulah masa di mana segenap warganya menikmati hidup yang sejahtera, aman, dan damai. Kaisar Augustus, karenanya, sering disebut-sebut sebagai Pangeran Perdamaian. Namun, kedamaian ternyata tak pernah sampai di Jerusalem, yang waktu itu jadi bagian daerah taklukkan Romawi di Timur Tengah. Di sana, para penguasa Roma memerintah dengan otoriter, bahkan kejam. Tak ada sedikit pun rasa damai di kota para nabi itu. Bagi warga Jerusalem, perjalanan sejarah bersama Imperium Romanum justru meninggalkan luka yang dalam, terutama setelah peristiw konspirasi triumvirat Pontius Pilatus, Raja Herodes Antipas, serta Imam Agung Hanas dan Kayafas, yang berujung pada penyaliban Nabi Isa, Yesus. Buku ini secara khusus mengupas tentang Jerusalem pada tahun 33, termasuk peristiwa-peristiwa historis lain yang terjadi waktu itu. Juga tentang tokoh-tokoh lain yang ikut terlibat dalam persekongkolan keji itu. Dalam karyanya ini, Trias Kuncahyono, penulis buku laris Jerusalem: Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir menggali lebih dalam sejarah Tanah Kanaan yang kini disebut Palestina, sejarah yang dimulai sejak Nabi Ibrahim (Abraham) meninggalkan kampung halaman di Mesopotamia untuk memenuhi panggilan Tuhan pergi ke tanah yang dijanjikan; sampai ke sejarah konflik Israel-Palestina yang tak kunjung usai hingga hari ini.
ISBN / ISNM / ISSN: 978-979-709-563-5
DDC:933
JUMLAH EKSEMPLAR:1
Cover:

TAGIND 1IND 2VALUE
245##$a Jerusalem 33 $b Imperium romanum, kota para nabi, dan tragedi di tanah suci
100##$a Trias Kuncahyono
260##$a Jakarta $b Kompas $c 2011
300##$a xxxviii + 330 hal.; 21 cm.
500##$a Imperium Romanum atau Kekaisaran Romawi mencapai zaman keemasan pada masa pemerintahan Kaisar Augustus (21 SM-14 M). Itulah masa di mana segenap warganya menikmati hidup yang sejahtera, aman, dan damai. Kaisar Augustus, karenanya, sering disebut-sebut sebagai Pangeran Perdamaian. Namun, kedamaian ternyata tak pernah sampai di Jerusalem, yang waktu itu jadi bagian daerah taklukkan Romawi di Timur Tengah. Di sana, para penguasa Roma memerintah dengan otoriter, bahkan kejam. Tak ada sedikit pun rasa damai di kota para nabi itu. Bagi warga Jerusalem, perjalanan sejarah bersama Imperium Romanum justru meninggalkan luka yang dalam, terutama setelah peristiw konspirasi triumvirat Pontius Pilatus, Raja Herodes Antipas, serta Imam Agung Hanas dan Kayafas, yang berujung pada penyaliban Nabi Isa, Yesus. Buku ini secara khusus mengupas tentang Jerusalem pada tahun 33, termasuk peristiwa-peristiwa historis lain yang terjadi waktu itu. Juga tentang tokoh-tokoh lain yang ikut terlibat dalam persekongkolan keji itu. Dalam karyanya ini, Trias Kuncahyono, penulis buku laris Jerusalem: Kesucian, Konflik, dan Pengadilan Akhir menggali lebih dalam sejarah Tanah Kanaan yang kini disebut Palestina, sejarah yang dimulai sejak Nabi Ibrahim (Abraham) meninggalkan kampung halaman di Mesopotamia untuk memenuhi panggilan Tuhan pergi ke tanah yang dijanjikan; sampai ke sejarah konflik Israel-Palestina yang tak kunjung usai hingga hari ini.
020##$a 978-979-709-563-5
084##$a 933
650##$a Sejarah Palestina
090##$a 933 TRI j

Data Koleksi
Menampilkan 1-1 dari 1 hasil
No. IndukAksesKetersediaanLokasiNomor Barcode
1666/LHN/2016Dapat dipinjamTersediaRuang Baca Umum00000007747