Page 2 - Perpustakaan Lemhannas RI
P. 2

82

          mempermudah atau bahkan mempercepat proses produksi atau
          pemeliharaan alutsista T N I. Apabila ini dapat teriaksana maka
          sarana dan prasarana yang dimiliki oleh industri pertahanan
          dalam negeri merupakan hasil karya anak bangsa Indonesia dan
          diharapkan kualitas yang hasilkan dapat bersaing dengan sarana
          dan prasarana dan produksi luar negeri.

          4 ) Pemerintah melalui kementerian BU M N dan menejemen
          industri pertahanan dalam negeri selalu berusa meningkatkan
          fasilitas kerja untuk karyawan yang memadai, khususnya
          fasilitas perkantoran yang dapat mendukung kelancaran dan
          kenyamanan dalam bekerja dengan cara membuat baru atau
          mengganti fasilitas yang sudah tidak memadai untuk digunakan.

          5 ) Pemerintah melalui Kemenristek, Kemenkeu, Bapenas,
          perguruan tinggi dan Kemenhan bersama-sama merencanakan
          dan membangun fasilitas simulator untuk training (peiatihan) bagi
        f calon pengguna hasil pembangunan alutsista T N I, termasuk para
          trainer (pelatih).

          6 ) Pemerintah melalui kementerian BU M N dan menejemen
          industri pertahanan harus melaksanakan kalibrasi terhadap
          seluruh peralatan utama dan peralatan pendukung proses
          produksi industri pertahanan yang dilaksanakan secara berkala di
          bawah pengawasan lembaga yang berwenang.

c. Strategi ke-3 (ke tiga) : Penetapan dan Peningkatan komitmen
pemerintah dengan tujuan adanya keyakinan dari industri pertahanan
dalam membangun alutsista T N I. Sarana yang digunakan undang-
undang dan peraturan pemerintah. Sasarannya kemauan pemerintah
dan D P R untuk mendorong dan mengawal pemenuhan alutsista T N I
oleh industri pertahanan dalam negeri dengan metode komunikasi dan
koordinasi melalui membuat aturan dan mengawal pelaksanaannya
   1   2   3   4   5   6   7