Page 4 - Perpustakaan Lemhannas RI
P. 4

32

         menimbulkan kerugian perusahaan dan juga masyarakat. Ketiga,
         konflik antara perusahaan pemegang IUP dengan masyarakat
         pemukim di sekitar wilayah tambang dan pesisir. Konflik disekitar
         wilayah tambang antara lain pencemaran lingkungan sumber air,
         sungai, dan perairan tempat mereka mencari/memelihara ikan. Konflik
         di daerah pesisir adalah terjadinya pencemaran limbah tambang
        galian, sehingga sungai sebagai sumber air minum masyarakat
        setempat tidak lagi dapat digunakan.39 Hal ini disebabkan pemilik
        perusahaan dalam melakukan operasi pertambangan, banyak
        mengincar daerah-daerah pesisir sebagai zona aktivitas terpadat.
        Berbagai konflik lainnya adalah berkembangnya paradigma baru di
        masyarakat bahwa tambang adalah milik daerah dan masyarakatnya,
        yang dengan mudah ditunggangi kepentingan: politik, ekonomi,
        pemekaran wilayah, pilkada, dan kesejahteraan ekonomi dan sosial
        yang kemudian menjelma menjadi tuntutan anti pertambangan.

                 Dari penjelasan di atas, wewenang otoritas kelembagaan yang
        besar pada Walikota di kota Samarinda, Kalimantan Timur dan pada
        Bupati di kabupaten Kowane, Sulawesi Tenggara dalam menerbitkan
        Izin Usaha Pertambangan dapat berimplikasi langsung terhadap
        kurang tangguhnya ketahanan nasional. Berdasarkan hasil
        pengukuran di Laboratorium Ketahanan Nasional Lemhannas RI
       kondisi ketahanan nasional di bidang SKA secara nasional termasuk
       komoditas pertambangan berada pada indeks 2,6 % yang
       diklasifikasikan dalam kondisi kurang tangguh.40

14. Pokok-pokok persoalan yang ditemukan.
       Permasalahan yang dihadapi kelembagaan menitik beratkan di tingkat

kabupaten/kota terkait belum tertibnya penerbitan Izin Usaha
Pertambangan. Setelah dilaksanakan diagnosis dari beberapa fakta yang

39ibid
40Ceramah pada peserta PPRA Lll Tahun 2014 oleh Tenaga Profesional bidang Sumber
Kekayaan Alam Lemhannas RI Prof Dr Ir Dadan Umar Daihani, DEA
   1   2   3   4   5   6   7   8   9