Page 11 - Perpustakaan Lemhannas RI
P. 11

anggaran untuk selanjutnya dituangkan ke dalam perencanaan
       tahunan RKA/KL sebagai dasar pengajuan anggaran kepada
       Kementerian Keuangan dan lembaga terkait lainnya.
d. Upaya strategi keempat, penyediakan infrastruktur yang
       memadai dilakukan oleh Lembaga Penyiaran Publik dalam hal
       analisis kebutuhan dan usulan permohonan penyediaan
       kebutuhan infratsruktur, serta pemerintah baik pusat maupun
       daerah dalam hal penyediaan infrastruktur atau pengalokasian
       anggarannya.
e. Upaya strategi kelima, pengkajian kembali regulasi yang ada
       agar tidak tumpang tindih dan dapat diimplementasikan dengan
       baik. Upaya ini dilakukan oleh media Lembaga Penyiaran Publik
       bersama masyarakat pers, praktisi penyiaran dan para ahli atau
       pakar hukum, masyarakat pendengar atau pemirsa yang
       tergabung dalam komunitas pendengar atau pemirsa dan
       difasilitasi oleh pemerintah. Ketiga upaya tersebut merupakan
       salah satu solusi alternatif dalam mewujudkan tatanan yang baik
       dalam operasionalisasi media, khususnya pada keberadaan
       regulasi yang tumpang tindih dan sulit diimplementasikan.
f. Upaya strategi keenam, penataan kembali aturan dan batasan-
        batasan dalam kepemilikan media untuk menghindari monopoli
        kepemilikan. Upaya ini dilakukan oleh Pemerintah, KPI dan
        Dewan Pers bersama masyarakat pers, praktisi penyiaran dan
        para ahli atau pakar hukum. Frekuensi atau kanal merupakan
        ranah publik dan milik rakyat, oleh karenanya kepemilikan media
        yang cenderung monopolistik hendaknya tidak membudaya di
        negara Indonesia.
g. Upaya strategi ketujuh, penguatan aspek pengawasan terhadap
        media, baik isi maupun izin pendiriannya. Upaya ini dilakukan
        oleh Pemerintah, KPI dan Dewan Pers dalam pelaksanaan
       operasional media yang diimbangi dengan reward and
        punishment yang tepat, jelas dan berkesinambungan.
        Penindakan terhadap pelanggaran baik konten maupun perijinan

                                                 91
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16