Page 14 - Perpustakaan Lemhannas RI
P. 14

68

         perairan, sehingga mampu menangkal segala tantangan, ancaman,
         hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari
         dalam, yang pada akhirnya dapat memperkuat ketahanan nasional.
    2) Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap ideologi bangsa,
        jati diri bangsa, dan kesamaan perasaan sebagai bangsa, yang
         mampu menumbuhkan kesadaran dan partisipasi politik masyarakat.
    3) Terlaksananya pendidikan politik yang mempengaruhi identitas,
         integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara menuju
         tercapainya tujuan pembangunan nasional
    4) Sinergitas pendidikan politik dan optimalisasinya yang disertai
         pemerataan pemanfaatan sumber kekayaan alam, khususnya
         konservasi perairan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dapat
         memperkuat ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam
         dalam rangka ketahanan nasional yang tangguh.

23. Indikator Keberhasilan

         Berdasarkan penjelasan kondisi implementasi wawasan nusantara
dalam pengelolaan konsevasi kawasan perairan yang diharapkan serta
kontribusinya terhadap pembangunan kesadaran politik masyarakat pesisir
maupun kontribusi kesadaran politik masyarakat pesisir terhadap
ketahanan nasional, maka indikator keberhasilannya sebagai berikut:

    a. Terwujudnya keseimbangan kebijakan pembangunan yang
         berorientasi kelautan sebagai pemersatu kepulauan.

     b. Meningkatnya pemahaman wawasan nusantara.
     c. Optimalnya pengelolaan wilayah perairan laut secara berkelanjutan.
     d. Meningkatnya pemahaman masyarakat dalam pengelolaan kawasan

          konservasi perairan

          Indikator keberhasilan ini didukung dengan keberhasilan dalam
mengurangi kendala serta mengoptimalkan peluang dengan
memperhatikan pengaruh lingkungan strategis guna mewujudkan
efektivitas pengelolaan kawasan konservasi perairan dalam wawasan
nusantara, sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir
guna mewujudkan ketahanan nasional.
   9   10   11   12   13   14   15   16