Page 2 - Perpustakaan Lemhannas RI
P. 2

BAB V
         KONDISI KEWASPADAAN NASIONAL YANG DIHARAPKAN
 KONTRIBUSINYA TERHADAP STABILITAS POLITIK DAN KETAHANAN

              NASIONAL SERTA INDIKATOR KEBERHASILANNYA

20. Umum
         Kewaspadaan nasional yang diharapkan tidak mudah diperoleh sejak

bergulirnya reformasi 1998. Lahir dan bergulirnya reformasi ditandai dengan
bergulirnya demokratisasi dengan bawaan kebisingan dan kegaduhannya.
Konsekuensi logisnya, kondisi yang demikian berpengaruh langsung
terhadap stabilitas politik dan ketahanan nasional. Harus diakui bahwa
dibukanya kran demokratisasi, menjadikan kewaspadaan nasional menurun.
Terbukanya kran demokratisasi identik dengan dibukanya lebar-lebar
kebebasan, yang menjadikan kewaspadaan nasional terhadap berbagai
bentuk ancaman melemah, yang membawa konsekuensi logis terhadap
melemahnya stabilitas politik serta ketahanan nasional. Pada Aspek
Kewaspadaan saat yang akan datang diharapkan mampu menunjukkan
kualitas yang baik. Meningkatnya kualitas deteksi dini, peringatan dini,
cegah awal, tangkal awal sampai dengan tanggap awal terhadap anarkhisme
dan radikalisme oleh pemerintah maupun masyarakat ditunjukkan oleh
kemampuan deteksi yang demikian baik yang mampu memberikan informasi
awal berkaitan dengan perkembangan lingkungan.

         Kewaspadaan nasional yang menjadi bagian dari kebijakan strategis
pemerintah,sangat erat hubungannya dengan ketahanan nasional, karena
kewaspadaan nasional merupakan komponen penentu dari sistem
ketahanan nasional yang mempunyai andil dan pengaruh, saling mengikat
dan menjadi faktor penentu terhadap arah pembangunan nasional. Berpijak
pada kepentingan nasional yang lebih spesifik, Kewaspadaan nasional
menyangkut sistem keamanan nasional yang mempunyai fungsi-fungsi
antara lain melakukan pembinaan kepastian hukum, menjamin situasi
keamanan, ketenteraman dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum dan
keadilan, membangun kemampuan pertahanan, serta mampu melindungi
rakyat dari berbagai bencana alam, non alam maupun bencana sosial.
   1   2   3   4   5   6   7