Page 8 - Perpustakaan Lemhannas RI
P. 8

BAB II

                                   LANDASAN PEMIKIRAN

6. Umum
           Jika dilihat ketika bangsa Indonesia masih dijajah yang ada ialah

penderitaan, kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Kekayaan
alamnya dirampok penjajah, rakyat dipaksa bekerja mengekploitasi alamnya
sendiri dan hasilnya dikirim ke negara penjajah. Akibatnya, rakyat yang hidup
di negeri alam yang kaya, namun menderita, miskin, bahkan kelaparan.
Dalam pepatahnya “ayam mati kelaparan di lumbung dan itik mati kehausan
di a if. Kondisi itu membuat rakyat bereaksi sendiri dengan berbagai variasi
makanan, seperti umbi-umbian, sagu dan tiwul sebagai makanan sederhana
pengganti nasi. Kreatifitas dan inspirasi mengkonsumsi sagu dan umbi-
umbian itulah bentuk ketahanan pangan. Dengan mengalami senasib dan
sepenanggungan timbul kesadaran kebangsaan atau nation state.
Penjajahan dirasakan sangat merendahkan harkat dan martabat anak
bangsa yang mendiami nusantara.

         Dengan semangat kebangsaan, pada 17 Agustus 1945 Indonesia
merdeka dan menetapkan Pancasila sebagai ideologi nasional, dasar
negara, falsafah hidup maupun identitas bangsa. Nilai-nilai Pancasila
merupakan sumber etika dan moralitas bangsa yang selanjutnya
berkembang dalam wujud sikap dan perilaku atau tindakan-tindakan nyata
dalam kehidupan masyarakat.20 Kondisi itu berbanding terbalik pada era
reformasi saat ini, perhatian masyarakat terhadap Pancasila cenderung
menurun, P4 (Pedoman Pengahayatan Pengamalan Pancasila) ditiadakan
bahkan sampai lembaganya (BP-7) dibubarkan. Hal ini dapat dimengerti
mengingat BP-7 dianggap sebagai simbol-simbol kekuasaan Orde Baru,
sehingga hal-hal yang berbau Orde Baru seperti P4 dianggap tidak reformis.

        Pandangan apriori sebahagian masyarakat itu tidak lebih karena
penyimpangan penguasa Orde Baru di mana pengamalan nilai-nilai
Pancasila didistorsi untuk kepentingan penguasa. Sehingga bagi masyarakat
awam, Pancasila menghasilkan perilaku yang berkarakteristik Orde Baru

20 Pokja Ideologi Lemhanas RI, Bidang Studi/M ateri Pokok Ideologi, him 4.

                                                         10
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13