Page 11 - Perpustakaan Lemhannas RI
P. 11

67

pendidikan perlu dilakukan secara bertahap dengan periodisasi 3 tahun.
Terdiri dari 1 tahun pertama pengkajian, 1 tahun ke dua penyesuaian mata
pelajaran, dan 1 tahun ke tiga melengkapi pengajar dan bahan ajaran.
Langkah-langkahnya adalah:

         1) Tahap Perencanaan. Pemerintah Pusat (Kementrian
         Pendidikan dan Kebudayaan, Kementrian Dalam Negri, Kementerian
         ESDM, Kementerian Kelautan dan Perikanan), Perguruan tinggi negri
         dan swasta melakukan riset dan kajian iimiah secara terpusat. Riset
         dan kajian iimiah yang dimaksudkan disini adalah untuk menjawab
         ataupun menemukan formulasi kurikulum yang tepat Disamping Riset
         dan kajian iimiah, dilakukan pula penjaringan masukan dari
         masyarakat untuk mendapatkan formulasi yang tepat dihadapkan pada
         perkembangan jaman dan tekonologi serta pemikiran-pemikiran untuk
         mengurangi dampak dari pengaruh global yang terns berjalan. Hal
         tersebut penting mengingat level pendidikan sangat mempengaruhi
         tingkat penerimaan materi termasuk level masyarakat. Riset dan Kajian
         iimiah dibutuhkan untuk mendapatkan metode belajar dan mengajar
         yang paling tepat dihadapkan pada perkembangan llmu pengetahuan
         dan Teknologi (Iptek), global dan pengembangan SDA sesuai wilayah.
         Dari riset dan kajian iimiah didapatkan model-model yang tepat pada
         pendidikan-pendidikan baik pendidikan tinggi, menengah maupun
         dasar termasuk perbandingan antara sekolah kejuruan yang diarahkan
         pada SDA di wilayah dengan pendidikan umum.

         2) Tahap Persiapan. Pemerintah Pusat (Kementrian Pendidikan
         dan Kebudayaan, Kementrian Dalam Negri, Kementerian ESDM),
         Perguruan tinggi negri dan swasta melakukan sinkronisasi sistim
         pendidikan yang ada agar sistim pendidikan di Indonesia sesuai level
         dapat secara berkesinambungan dapat memasukkan nilai-nilai
         Pancasila, muatan lokal yang berbasis pada kearifan lokal serta SDA
         yang akan dikembangkan di wilayah (untuk membantu aspek
         kesejahteraan). Karena peningkatan SDM harus berbasis pada
         Pancasila yang berasal dari sendi kehidupan bangsa Indonesia, maka
         hampir semua bentuk pengajaran dan materi pelajaran sambil
   6   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16